Artikel

Tips Memastikan Ban Mobil Bebas dari Masalah

Semua Orang pasti menginginkan perjalanan yang aman dan nyaman bukan? Untuk itu, kamu perlu memastikan supaya kondisi ban kamu optimal serta terawat. Jika dirawat dan dilakukan secara berkala, semuanya pasti mudah terwujud dan terbebas dari masalah.

Kita tau jika ban merupakan salah satu komponen kendaraan yang vital. Karena peran utamanya yaitu Bersentuhan langsung dengan permukaan jalan, dan berguna dalam memastikan laju mobil selalu mulus.

Oleh karenanya, ban harus dalam kondisi optimal dan sehat. Untuk itu, Terdapat sejumlah cara agar ban mobil kamu bisa berperan aktif dalam kenyamanan dan keamanan berkendara kamu. Diantaranya, berikut akan om james kasih tipsnya :

Cek Tekanan Ban Secara Teratur

Perhatikan tekanan ban. Selalu cek secara rutin. Pastikan tekanannya sesuai dengan rekomendasi. Tekanan berlebih atau kurang sama-sama tidak baik bagi ban. Jika tekanannya kurang, ban rawan benjol atau terkikis tidak rata. Saat itu, laju mobil akan berat. Ujungnya konsumsi bahan bakar kurang efisien.

Sementara itu, jika tekanan ban berlebih akan membuat ban terasa keras. Pengemudian jadi kurang nyaman. Selain itu, kendali mobil lebih sulit. Lama kelamaan bagian tengah ban pun akan lebih cepat terkikis. Oleh sebab itu, tekanan ban harus pas. Besar tekanan berbeda-beda di setiap mobil. Maka, lihat petunjuknya di mobil. Biasanya di sisi pintu mobil akan ada rekomendasi tekanan ban ideal.

Inspeksi Visual Berkala

Sangat disarankan untuk mengamati ban secara berkala. Lihat kondisinya secara teliti. Saat melakukannya, carilah aneka hal yang berpotensi mengganggu performa ban. Lihat apakah ada material seperti kerikil atau benda tajam yang masuk ke sela-sela tapak ban. Jika ada, segera bersihkan.

Perhatikan pula sisi samping ban. Pastikan tidak ada kerusakan seperti sobek atau keberadaan retakan. Segera ganti ban jika menemukannya.Lalu, lihat tapak ban. Jika sudah mulai menipis, ban harus diganti. Perhatikan tread wear indicator yang ada di ban sebagai petunjuk. Jika kedalaman alur ban sudah mendekati 1,6 mm, pergantian ban wajib dilakukan.

Lakukan Spooring dan Balancing

Kamu perlu melakukan spooring dan balancing secara teratur. Hal ini penting sekali untuk menjaga laju mobil tetap lurus. Perlu disadari, akibat benturan dengan permukaan jalan maupun terjeblos lubang, roda ban bisa miring. Kondisi tersebut dapat diperbaiki dengan spooring dan balancing.

Spooring merupakan proses untuk meluruskan kembali kedudukan empat roda mobil seperti awal. Tujuannya supaya hasilnya sesuai lagi dengan pengaturan pabrik. Sementara itu, balancing adalah penyesuaian guna menjaga keseimbangan pada titik atas bawah atau kiri kanan roda. Proses tersebut dilakukan dengan menambahkan timah pada bagian yang kurang.

Lakukan kedua perawatan tersebut secara rutin. Idealnya setiap dua atau tiga bulan sekali serta saat melakukan penggantian ban atau pelek.

Jalankan Rotasi Ban

Lengkapi semua langkah yang dipaparkan sebelumnya dengan menjalankan rotasi ban. Sangat disarankan untuk merotasi ban supaya tingkat keausan ban merata.Secara umum, pelaksanaannya direkomendasikan setiap 10 ribu km sekali. Namun, bukan tak mungkin lebih cepat jika kondisi ban sudah memburuk. Biasanya pihak bengkel akan memberi rekomendasi waktu rotasi ban.

Pelaksanaan rotasi pun tidak bisa sembarangan. Terdapat aturan sesuai jenis ban maupun mobil. Sebagai contoh rotasi di ban berpenggerak roda belakang berbeda dengan yang berpenggerak roda depan. Maka, disarankan untuk melakukannya di bengkel. Hal ini akan memastikan proses rotasi tepat.

Menjalankan semua langkah yang direkomendasikan akan membuat ban bebas dari masalah. Ban akan berada dalam kondisi optimal. Namun, jika kondisi ban sudah menurun, maka lebih baik diganti. Ban memiliki masa pakai sehingga tidak bisa dipaksakan untuk dipakai terus-menerus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *