News & Event

Salah Dalam Memodifikasi Bisa Merusak Fitur Mobil

Selain merupakan sarana trasportasi yang dapat mempermudah manusia dalam beraktifitas, mobil juga merupakan pencerminan kepribadian dari pemiliknya. Maka sudah sepantasnnya, jika salon modifikasi mobil menjamur dimana-mana memanjakan para pelanggannya yang ingin kendaraannya tampil lebih gaya, berbeda dan lebih berkarakter dengan kendaraan yang lain.

Akan tetapi sangat disayangkan, sebab masih banyak pemilik kendaraan terkadang kurang cermat saat melakukan modifikasi pada mobilnya. Salah satunya adalah mengabaikan keselamatan, kenyamanan atau kepraktisan dengan menghilangkan sebagian atau seluruh fitur penting yang ada di dalam mobilnya. Dari kesemua Itu, untuk mengantisipasi hal yang tidak dinginkan, berikut penjelasan beberapa modifikasi yang dapat merusak fitur mobil.

1. Mengganti setir.

Jika setir mobil Anda sudah dilengkapi airbag atau tombol multifungsi, sebaiknya jangan tergoda untuk menggnati setir Anda tersebut. Bila diganti, airbag standar tidak akan bisa dipasang secara benar, atau bahkan tidak bisa terpasang sama sekali. Selain faktor keamanan berkurang, lampu peringatan airbag di instrumen akan menyala terus yang tentu saja hal ini akan mengganggu.

2. Mengganti audio.

Sebaiknya saat mengganti sistem audio standar pada mobil Anda perlu dikonsultasikan dengan pabrikan mobil bersangkutan. Mengingat, kini banyak tipe mobil yang sistem audionya terintegrasi dengan beragam fitur seperti tombol di setir atau on-board computer.

Contoh, fitur ASL (Automatic Sound Leveling) pada Toyota Vios yang mampu memperbesar volume secara otomatis saat kecepatan mobil bertambah. Apabila head unit diganti dengan produk aftermarket, maka fitur ini akan hilang sehingga Anda harus mengatur volume secara manual.

3. Penggantian knalpot.

Walau hanya bersifat sebagai saluran pembuangan, knalpot justru menjadi salah satu komponen yang diperhitungkan pada desain sebuah mobil. Sebaiknya jangan sembarangan mengganti bodi knalpot, mulai dari depan hingga belakang. Hal ini bisa berakibat mengurangi keunggulan mobil bersangkutan , seperti BBM yang lebih boros, suara berisik, serta emisi tinggi karena cayalytic converternya dilepas.

Hilangnya catalytic converter bisa menyebabkan komputer salah membaca data emisi sehingga secara konstan mengubah komposisi campuran bahan bakar pada mesin. Tidak hanya, bahan bakar cederung menjadi boros, selain menyebabkan performa mesin menurun dan lampu indikator malfungsi (engine check) menyala terus.

4. Menempel stiker.

Jika mobil Anda dilengkapi sensor parkir, sebaiknya hindari memasang stiker di atas sensor. Hal ini bisa menyebabkan sensor mobil terhadap benda asing meningkat. Alhasil, alarm sensor akan terus berbunyi setiap kali Anda memasukkan gigi mundur.

5. Mengganti diameter velg.

Memodifikasi velg seringkali dilakukan para penggila otomotif. Namun, tidak mereka sadari mengganti diameter velg bisa mengurangi kenyamanan saat berkendara. Hal ini berimbas pada pembacaan speedometer yang tidak akurat karena putaran roda terbaca lebih lambat di kecepatan yang sama. Pun, memengaruhi pengukuran konsumsi BBM, trip meter serta pengingat jarak waktu servis.

Bahkan, beberapa mobil yang sudah dilengkapi fitur ban anti-kempis, penggantian velg akan menyebabkan Anda tak lagi bisa menggunakan fitur tersebut dengan maksimal. Percuma saja membayar mahal untuk fitur ini jika tidak bisa digunakan dalam kondisi darurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.