News & Event

Pilih-Pilih Ban Agar Mobil Hemat BBM

Jakarta – Percaya atau tidak, kinerja mesin 20 persennya salah satunya ditentukan oleh pilihan ban. Sehingga dengan memilih ban yang sesuai, maka kinerja mesin menjadi lebih ringan yang otomatis berpengaruh terhadap konsumsi BBM.

Nah, karenanya untuk menggunakan sebuah ban tidak hanya asal pasang. Kita juga harus cermat memilih ban berdasarkan spesifikasi mobil dan kondisi permukaan jalan yang sering kita lalui.

Di Indonesia, dengan rata-rata permukaan jalannya tidak rata dan bergelombang, maka sebaiknya faktor utama dalam memilih ban adalah seberapa kecil hambatan gulir atau rolling resistence dari ban tersebut.

Rolling resistence adalah hambatan yang terjadi ketika ban berputar pada
permukaan datar. Semakin besar hambatan, semakin besar pula energi yang
dibutuhkan untuk mempertahankan agar ban tetap bergulir.

Makin kecil hambatannya, maka kinerja mesin akan semakin ringan. Jadi, pilih ban yang hambatan gulirnya atau rolling resistencenya rendah. Bagaimana cara mengetahuinya?

Lihat konstruksi dari ban tersebut. Ban yang memiliki dasar tapak yang keras bisa mengurangi deformasi atau perubahan bentuk ban (tidak membulat sempurna), sehingga dengan bentuk yang sempurna, ban menjadi lebih lancar berputar.

Kemudian lihat juga seberapa rata sebuah ban bisa menampung tekanan dari udara yang diisikan didalamnya. Semakin merata tekanannya, rolling resistencenya semakin rendah, karena gesekan karet ban pada permukaan jalan merata.

Terakhir pemilihan alur pada tapak ban. Pilihlah alur tapak ban sesuai dengan kebutuhan. Jalan yang basah dan kering tentunya memiliki spesifikasi tapak yang berbeda-beda.

Semakin banyak alurnya, maka ban tersebut baik untuk kondisi basah. Begitupun sebaliknya, semakin sedikit alur pada tapak ban, maka semakin baik ban tersebut digunakan dalam kondisi jalan kering.

Alur ban tersebut berguna untuk mengarahkan angin dan air, jadi saat kecepatan tinggi atau saat melewati genangan air, angin dan air tersebut terarahkan dengan baik dan tidak menghambat aerodinamis putaran ban.

Kalau terlalu rapat alurnya, putaran ban jadi berat, tidak bagus dijalan yang kering. Begitupun sebaliknya, kalau alurnya terlalu renggang, memang bagus dijalan kering, tapi licin di jalan basah.

Nah, untuk penggunaan mobil sehari-hari, memang baiknya pilih ban yang
mengkombinasikan tapak untuk jalan basah dan kering sekaligus.

 

sumber: detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.