Artikel

Jenis-Jenis Tambal Ban Mobil Tubeless

Kamu udah tau Jenis-Jenis Tambal Ban Mobil Tubeless? Kalo belum tau Om James mau kasih tau nih apa saja sih nama-nama dari tambal ban mobil. Yuk Simak Penjelasan dari Om James dibawah ini ya!

Lagi asik-asik mengemudi dijalan, eh tiba-tiba bannya bocor. Pasti Kalian kesal kan kalo tiba-tiba ban mobilnya bocor. Saat itu terjadi, otomatis kamu pasti langsung mencari tempat tambal ban terdekat. Kalo Ban mobil kamu tubeless agak beruntung karena tidak langsung kempis. Jadi, masih ada kesempatan untuk meneruskan perjalanan sebentar.

Ketika sudah sampai di bengkel, Pasti kamu bingung untuk menentukan jenis tambal ban tubeless yang harus dipilih. Untuk itulah, mari kenali aneka tipe tambal ban mobil ini ya guys.

Tambal Ban Cacing

Dinamai berdasar bentuk karet penambal lubang yang mirip dengan cacing. Padahal, nama sebenarnya ialah string tubeless.

Proses penambalan dimulai dengan melebarkan lubang yang bocor dengan alat khusus yang mirip pengait. Sesudahnya, karet penambal atau string tubeless tersebut dimasukkan ke sana.

String tubeless terbilang cepat dan sangat praktis. Selain itu, harganya murah. hanya di kisaran puluhan ribu. Jenis tambal ban ini pun paling mudah ditemukan di sejumlah bengkel.

Akan tetapi, string tubeless tidak mampu bertahan lama. Setelah empat atau enam bulan dari pemasangan, ada potensi bekas tambalan mulai bocor mengeluarkan angin. Namun, hal itu pun tidak selalu terjadi. Bisa juga ban tetap aman hingga diganti baru.

Meski begitu, proses pemasangan dengan menusuk ban dalam string tubeless menghadirkan risiko tersendiri. Terdapat kemungkinan anyaman kawat ban terkoyak. Ini yang akhirnya bisa merusak ban.

Tambal Ban Peluru

Mirip sekali dengan tambal ban string tubeless. Mulai dari proses penambalan, daya tahan, hingga harganya nyaris sama. Hal yang membedakan hanyalah bentuk material karet penambal.

Dalam tambal ban peluru, karet penambal berbentuk silinder dengan ujung yang lancip. Itulah awal penamaannya menjadi tambal ban peluru. Nanti karet “peluru” tersebut yang dimasukkan ke dalam lubang ban yang bocor sebagai penutup.

Namun, tidak seperti tambal ban cacing, tambal ban peluru memiliki keterbatasan. Jenis tambal ban ini hanya bisa dipakai untuk tapak ban dan tidak direkomendasikan untuk menambal dinding ban. Tidak heran popularitasnya kalah dari string tubeless.

Tambal Ban Payung

Metode pengerjaan tambal ban payung berbeda dengan tambal ban cacing dan peluru. Prosesnya lebih rumit dan memerlukan waktu yang lama, sekitar 1 jam. Hal itu dikarenakan penambalan dilakukan dari bagian dalam ban, sehingga harus melepas ban dari pelek terlebih dulu.

Penambalan dimulai dengan membersihkan permukaan dalam ban yang bocor. Lalu lubangnya dibor dengan menggunakan mesin bor. Permukaan ban dalam juga diperhalus.

Area tersebut kemudian dilem. Begitu pula halnya karet penambal yang berbentuk batang dengan ujung mirip payung. Sesudahnya material dengan batang besi di dalamnya itu dimasukkan ke bagian dalam ban dan ditarik sedemikian rupa dari luar hingga melekat erat. Setelahnya ujung sisa material dipotong.

Agar kuat, karet penambal dikunci dengan klip yang dipasang di atas permukaan ban. Lalu lembaran karet di pangkal tiang dipanaskan dengan suhu kurang lebih 1.500 derajat celcius supaya melekat erat.

Meski lebih rumit, tambal ban payung menjanjikan kekuatan dalam jangka panjang. Tambalan bisa bertahan sampai sampai permukaan ban menipis. Tidak aneh harganya lebih mahal, mulai dari Rp75 ribu hingga Rp150 ribuan.

Pilih yang mana? Silakan tentukan sesuai kebutuhan. Namun, disarankan untuk menjadikan ban yang sudah pernah bocor sebagai cadangan. Sebab, kekuatannya pasti telah berkurang karena semua proses penambalan dilakukan dengan merusak material ban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *