Artikel

Penyebab-Penyebab Mobil Ngebul dan Cara Mengatasinya

Pada dasarnya sistem pembakaran pada mesin akan menghasilkan gas buang yang akan keluar dari bagian knalpot. Namun, gas buang tersebut tidaklah berwarna. Pada kasus mobil ngebul umumnya gas buang tersebut akan berwarna putih atau hitam pekat berasap. Inilah indikator mobil mengalami masalah.

biasanya, masalah mobil ngebul akan terjadi pada mobil-mobil yang sudah tua. Hal ini karena lamanya usia pakai kendaraan. Rata-rata gejala mobil ngebul akan terjadi pada usia 7-10 tahun masa pakai. Pada masa inilah biasanya mobil akan mengeluarkan asap dari bagian knalpot.

Namun, tidak menutup kemungkinan hal ini juga bisa terjadi pada mobil yang masih baru pakai. Rendahnya perawatan dan cerobohnya pengendara dalam mengendarai mobil bisa jadi indikator terjadinya masalah pada mobil. Salah satunya adalah mobil yang ngebul.

Nah, pada pembahasan kali ini penulis akan berbagi mengenai beberapa penyebab mobil ngebul atau mobil yang mengeluarkan asap pada bagian knalpotnya.

Penyebab Mobil Ngebul

Ada beberapa penyebab yang membuat mobil menjadi ngebul. Umunya penyebab terletak pada sistem pembakaran yang kurang bekerja dengan baik. Hal ini memang seringkali terjadi pada mobil yang kurang dirawat. Berikut ini beberapa penyebab mobil menjadi ngebul:

  1. Seal Katup Rusak atau Bocor

Salah satu fungsi seal katup adalah mencegah oli masuk ke ruang bakar. Oleh karena itu, jika seal katup bocor maka oli akan masuk ke ruang bakar dan akan ikut terbakar. Hal inilah yang membuat mobil menjadi ngebul atau mengeluarkan asap juga bau yang tidak enak.

Umumnya, asap yang dikeluarkan dari terbakarnya oli tadi akan berwarna putih seperti yang ada pada proses pembakaran mesin 2 tak.

Seal katup yang rusak atau bocor bisa terjadi karena lamanya usia pakai. Kondisi seperti ini juga bisa terjadi karena seal katup aus. Sehingga gerakan naik-turun katup pada kepala silinder akan mengalami gaya gesek yang lebih tinggi dan dapat merusak seal katup.

  1. Ring Piston Rusak

Ada 3 ring yang menempel pada kepala piston, yaitu 2 ring kompresi dan 1 ring oli. fungsi dari ring kompresi adalah mengikis sisa oli pada dinding silinder (ruang bakar) dan mencegah oli masuk ke ruang bakar. Sementara itu fungsi dari ring oli adalah membentuk lapisan oli tipis untuk melumasi piston dan dinding silinder.

Jika ketiga atau salah satu dari ring piston ini rusak maka oli yang berada pada bagian bawah blok silinder akan ikut terbawa masuk dan terbakar saat proses pembakaran. Kondisi ring piston yang rusak seperti ini jika terus dibiarkan akan berbahaya bisa membuat mobil turun mesin.

Umumnya, ring piston yang rusak bisa terjadi karena beberapa hal, seperti oli mesin yang jarang ganti. Oleh karena itu, ada baiknya agar selalu rutin mengganti oli mesin tepat waktu.

  1. Gasket Kepala Silinder Bocor

Gasket kepala silinder terletak di antara kepala silinder dan blok silinder. Fungsi utama dari komponen ini untuk mencegah terjadinya kebocoran, baik kebocoran gas, kebocoran air pendingin maupun kebocoran oli.

Apabila gasket rusak dan terjadi kebocoran maka mesin tidak dapat bekerja dengan baik. Gas, air dan oli bisa bercampur dalam blok silinder. Pada kasus yang berat hal ini bisa mengakibatkan turun mesin. Asap putih yang keluar dari knalpot menandakan adanya kebocoran pada oli yang masuk dalam blok silinder (ruang bakar).

  1. Exhaust Threatment Tidak Bekerja

Pada sistem pembuangan terdapat komponen yang bernama Exhaust Threatment. Komponen ini berfungsi untuk meringankan gas buang dari hasil pembakaran.

Pada dasarnya, proses pembakaran akan menyisakan sisa-sisa bahan bakar yang bercampur dengan gas buang. Komponen inilah yang bertugas menfilternya, sehingga gas buang bersih dari campuran bahan bakar.

Ketika komponen ini rusak maka tidak ada lagi yang mengolah gas buang ini. Akibatnya gas buang menjadi lebih berat dan tidak ramah lingkungan.

  1. Injentor Mesin Rusak

Fungsi injektor sebagai penyuplai gas sangat berperan penting pada proses pembakaran. Injektor yang rusak akan memberikan gas (bahan bakar) melebihi kapasitas. Sehingga, hasil pembakaran membuat mobil menjadi ngebul dan akan mengeluarkan asap yang berwarna hitam bukan putih lagi.

Masalah inilah yang sering ditemukan pada mesin bertenaga diesel. Oleh karena itu, mobil-mobil besar seperti truk dan bus sering kita lihat mengeluarkan asap berwarna hitam pekat dari knalpotnya.

  1. Turbocharger Bocor

Turbocharger merupakan komponen yang umumnya terdapat pada mesin diesel. Komponen ini berfungsi untuk meningkatkan tenaga. Maka tidak heran jika mobil-mobil diesel memiliki tenaga yang besar.

Dalam cara kerjanya komponen ini didukung oleh sistem pelumas. Namun, karena suhunya yang panas dan gesekan-gesekan yang sering terjadi di dalamnya membuat Turbocharger sering mengalami kebocoran. Inilah kemudian yang membuat mobil menjadi ngebul karena pelumas yang bocor masuk mengalir masuk dalam ruang bakar.

  1. Sistem PCV Rusak

Fungsi umum PCV (Positive Crankcase Ventilation) adalah untuk menekan dan mengurangi jumlah bahan bakar yang mengendap pada mesin akibat proses pembakaran yang tidak sempurna. Endapan bahan bakar tersebut kemudian akan dialirkan kembali pada ruang bakar.

  • Di dalam sistem PCV terdapat komponen bernama PCV separator. Fungsi komponen ini untuk mencegah terjadinya kebocoran oli yang ada pada sistem PCV.

Cara Mengatasi Mobil Ngebul

Setelah mengetahui penyebab-penyebab mobil ngebul, kini saatnya untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi mobil ngebul? Berikut adalah beberapa cara mengatasi mobil ngebul:

  1. Cek Kapasitas

Hal pertama yang bisa anda lakukan saat mobil ngebul atau mengeluarkan asap dari knalpotnya adalah cek volume oli mesin. Jika oli mesin turun dratis dalam waktu yang sangat cepat bisa jadi ada kebocoran pada sistem pelumasan.

Kemudian, anda juga bisa cek indikator yang ada pada dashboard. Apakah lampu check engine menyala? Jika iya, kemungkinan besar kerusakan ada pada injektornya.

  1. Cek Performa Mesin

Jika saat mesin dihidupkan terdengar suara berisik seperti adanya gesekan-gesekan yang keras, maka bisa disimpulkan ada masalah pada piston mesin. Tapi jika hanya bergetar dan spido RPM naik dengan sendirinya, maka ini menunjukan adanya kerusakan pada sistem injeksi.

  1. Cek PVC Valve

Untuk mengeceknya anda tinggal lepas ujung selang yang berada pada saluran udara setelah filter. Jika anda menemukan tetesan oli maka bisa jadi kerusakannya ada pada PVC sparator.

  1. Cek Tekanan Kompresi Mesin

Untuk melakukan pengecekan ini anda memelurkan alat khusus berupa compression tester. Nanti dari hasil pengecekan tersebut anda bisa bandingkan dengan tekanan kompresi yang ideal. Namun, ada baiknya masalah ini anda serahkan kepada bengkel atau montir yang berpengalaman.

Jika hasilnya lebih rendah maka dapat disimpulkan masalahnya diakibatkan oleh oli yang ikut terbakar saat proses pembakaran. Sedangkan, jika hasilnya normal maka masalahnya ada pada gasket atau seal katup yang bocor.
Semoga bermanfaat…

Editor : Dodi Agus S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *