Artikel

Ban Pola Tapak Simetris Sangat Cocok Untuk Berjalan Sehari-hari

Ban memiliki Peran yang sangat penting ketika berkendara. Ban memiliki pola tapak atau tread bermacam-macam. Terdapat tiga pola tapak ban yang umum ditemui, yakni simetris, asimetris, dan directional. Ketiganya memiliki karakter tersendiri yang berpengaruh ke performa dan keandalan ban.

Dari ketiganya, pola tapak simetris yang paling banyak digunakan di berbagai jenis mobil terutama mobil penumpang. Hal ini dikarenakan desainnya yang menghadirkan keunggulan khusus dibanding jenis tread lainnya.

Seperti Apa Pola Tapak Ban Simetris?

Pola tapak ban simetris bisa ditengarai dari tampilannya dengan mudah. Terdapat pola-pola yang berbentuk sama di antara kedua sisi ban. Biasanya pola tersebut mengelilingi ban dan sebangun baik di sisi luar dan sisi dalam pola tapak ban.

Jika ditarik ke dalam satu garis, maka pola-pola di tread berbagai blok ban mengarah ke satu arah. Bukan hal aneh karena karakter pola tapak ban simetris memang memiliki pola alur yang seragam dan sejajar di seluruh permukaan tapak ban.

Apa Keunggulan Pola Tapak Ban Simetris?

Produsen ban banyak yang memilih mendesain ban dengan pola tapak simetris. Tentu saja ini didasari berbagai alasan yang kuat.

Dengan desain tread simetris, ban mampu mendukung pengemudian dan kendali kendaraan yang baik. Selain itu, ban akan mencengkeram permukaan jalan dengan erat.

Pola untaian yang seperti gelombang juga terbukti efektif membuang air, sehingga ban bisa terus menapak kuat di jalanan. Hal tersebut dikarenakan area cengkeraman permukaan tapak yang lebih luas akan memberikan kemampuan memecah air yang lebih menyebar. Berkat itu, gangguan aquaplaning saat mobil melaju di jalan yang basah bisa dikurangi.

Selain itu, ban simetris dikenal menghadirkan tingkat kebisingan yang rendah. Suara yang dihasilkan tidak keras sehingga menunjang kenyamanan mengemudi. Kemampuan tersebut berawal dari pola alur ban simetris yang konsisten ke satu arah rotasi. Desain itu membuat suara bisa ditekan.

Bukan hanya itu, ban dengan pola tapak simetris dikenal lebih tahan lama dibanding jenis ban lain, Ban bisa dirotasi dengan mudah. Tidak perlu pusing, semua ban bisa digunakan untuk berbagai sisi mulai dari sisi kiri dan kanan atau depan dan belakang.

Lagi-lagi pola alur ban yang sejajar memungkinkan hal tersebut terjadi. Bukan rahasia, rotasi ban yang teratur mampu memperpanjang masa pakai ban. Dengan kata lain, ban bisa lebih awet.

Kendaraan Apa yang Cocok Memakainya?

Pola tapak ban simetris lebih direkomendasikan untuk kendaraan harian. Jenis ban ini kurang cocok digunakan untuk mobil yang digunakan untuk kegiatan olahraga atau kendaraan yang membutuhkan performa tinggi.

Terdapat berbagai alasan yang mendasarinya. Pertama, meski cukup bisa diandalkan, pola tapak ban simetris bukan yang terbaik untuk melewati jalanan basah. Di jalan yang licin dan berair, keandalannya masih kalah dibanding ban asimetris.

Selain itu, ban simetris kurang bagus dalam merespons perubahan kondisi jalan. Ketika dipakai bergantian di jalan aspal yang bagus ke medan tanah berkerikil, jenis ban ini kurang mampu menghadirkan performa yang mumpuni.

Namun, ketika dipasang untuk kendaraan yang dipakai di jalan mulus, performa ban dengan pola tapak ban simetris akan memuaskan. Tidak heran banyak yang memakainya untuk kendaraan di perkotaan dengan kondisi jalan yang baik.

Daya tahan ban simetris yang lebih tinggi dibanding jenis ban lain makin menguatkan kecocokan untuk kendaraan harian. Lagi pula harganya cenderung lebih rendah. Ini kian memperkuat pilihan banyak orang untuk menggunakannya. Anda ingin memakai ban dengan pola tapak simetris juga?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *