News & Event

7 Faktor Penyebab Kerusakan Pada Ban

1. Tekanan angin

Ban wajib memiliki tekanan angin sesuai spesifikasi serta rekomendasi produsen. Informasi tekanan ban terletak pada bagian bawah kanan serta pada buku manual. Tidak diizinkankan untuk melebihi atau kurang dari rekomendasi yang tertera.
Bila tekanan terlalu tinggi atau keras, daya cengkeram ban pun tidak maksimal yang juga mengorbankan kenyamanan berkendara. Tekanan terlalu rendah pun dapat menjadi masalah, dinding ban bekerja lebih keras serta dapat mengakibatkan defleksi berlebih.
Kurangnya tekanan bisa juga menyebabkan ban meletus. Benang pada dinding ban pun dapat putus setelah beberapa waktu. Mengakibatkan ban benjol serta kekuatan pun terpangkas. Semakin rendah tekanan ban dari rekomendasi, semakin pendek pula usianya.

Solusi: Minimal periksa kondisi fisik serta tekanan ban seminggu sekali. Pastikan ukuran tekanan sesuai rekomendasi pabrik.

2. Batu, pecahan kaca atau benda keras

Di permukaan ban terdapat sela kembangan, batu, pecahan kaca atau benda keras mungkin bisa terselip pada bagian dalamnya. Itu cukup berbahaya. Pada saat mobil melaju, ban seperti dipalu dan ditekan secara berulang.
Sebut saja lingkar ban 1 meter kemudian mobil melaju sejauh 1 kilometer, itu berarti bahwa ban mendapat “pukulan” sebanyak 1.000 kali.

Solusi: Segera bebaskan sela kembangan ban terhadap objek keras.

3. Paku

Pada ban tubeless, paku yang menancap akan mengurangi tekanan angin secara perlahan. Paku harus segera dibuang, disamping dapat membuat ban rusak; dapat juga menyebabkan karat pada pelat baja.

Solusi: Segera cabut paku dan ban segera ditambal.

4. Toe In/Out

Arah roda tidak selaras secara horizontal, ke dalam (in) maupun keluar (out). Ini akan menyebabkan ban tergerus lebih cepat. Apa bila ini dibiarkan berlarut-larut, dapat menyebabkan tapak ban gundul bagian dalam (toe in) atau gundul pada bagian luar (toe out). Dilakukan juga proses balancing sehingga roda berputar mulus.

Solusi: Spooring dan Balancing

5. Sudut camber negatif/positif

Tie-rod, as rod atau bearing yang bermasalah dapat mengakibatkan tidak selarasnya roda secara vertikal (camber). Bisa camber negatif maupun positif. Dapat berakibat seperti toe in/out, menyebabkan tapak ban gundul bagian dalam (negatif) atau gundul di bagian luar (positif).

Solusi: Spooring dan Balancing

6. Parkir dalam jangka waktu lama

Beban ketika satu sisi ban secara terus menerus akan membuat ban berubah bentuk. Mobil dalam keadaan parkir selama beberapa hari akan menyebabkan perubahan bentuk serta hal itu dapat menjadi tidak nyaman, serta menyebabkan ban bersuara gluduk-gluduk ketika mobil melaju. Hal tersebut akan kembali normal bila mobil diparkir tidak terlalu lama, yang sulit untuk ban normal kembali ialah bila mobil parkir terlalu lama.

Solusi: Gunakan jackstand pada keempat roda pada saat parkir dengan jangka waktu yang lama.

7. Pengereman dan akselerasi kasar

Pengereman secara brutal, terutama pada mobil yang belum dilengkapi ABS serta juga akselerasi yang kasar dapat membuat ban lebih cepat gundul. Hal ini tidak membuat gundul secara merata, namun hanya bagian tertentu saja. Akan cepat rusak serta juga mengurangi kenyamanan.

Solusi: Hindari rem mendadak bila tidak dalam keadaan darurat serta berakselerasi secara lembut.

(can09)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.